Copy right 2009.WELCOME to WEBSATE ANDI MEI EFENDY

Tanggal Hijriah

adsense 300px X 250px


Masukkan Code ini K1-B91FA4-X
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Ikut Nibrung Yuuk!!!!


ShoutMix chat widget

Visitor Counter

Counter Powered by  RedCounter

Polling

Translate to >>>

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

tab 1 - Click >> Edit

free counters
Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Sponsor

tab 3 - Click >> Edit

tab 2 - Click >> Edit

Tab 4 - Click >> Edit

Klik Di sini Aja

Chatingan Yuk >>>

Selasa, 08 Juni 2010

STADION BARU BANJARNEGARA KURANG OPTIMAL


Kita patut berbangga Banjarnegara sudah memiliki stadion baru yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olah raga, stadion ini merupakan kebanggan buat masyarakat Banjarnegara. Diharapkan nanti dapat digunakan untuk memajukan olahraga khususanya sepak bola, dimana olah raga tersebut sudah mendunia dan masyarakat kita sudah mengenal dan akrab. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh pemda Banjarnegara, yaitu fasilitas pendukung laenya belum tersedia dengan baik diantaranya akses jalan menuju stadion belum di aspal.

Kemudian untuk lahan parkirnya juga belum ada dan belum diaspal, untuk tribun penonton juga belum ada jadi apabila digunakan untuk pertandingan penonton kalau panas ke panasan, kalau hujan ke hujanan. Mengingat pentingnya fasilitas pendukung tesebut diharapakan kedepannya dapat dipenuhi dan dibangun dengan sedemikian rupa sehingga pemanfaatan stadion baru akan lebih optimal dan berguna untuk kemajuan olahraga di Banjarnegara.

Senin, 31 Mei 2010

GUNUNG TOMPOMAS POTENSI UNTUK WISATA ALAM DAN AIR


Terletak di selatan wilayah Kabupaten Banjarnegara tepatnya di kecamatan bawang sekitar 10km ke arah selatan, gunung tompomas ini dulu adalah bekas tempat untuk pembangunan Bendungan Panglima Jenderal Soedirman atau Mrica. Tempat ini di jadikan sebagai bahan material yaitu batu-batuan yang diangkut dengan truk-truk besar untuk membendung suatu sungai yaitu sungai serayu yang akan dijadikan sebagi waduk atau bendungan yang berfungsi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Potensi wisata ini sangat bagus banget yaitu sangat tepat untuk wisata alam dan wisata air, mengapa demikian karena di lihat dari bekas-bekas dinamit berupa batu-batu yang menyerupai dinding berbentuk seperti danau yang tinggi dan terjal, ini cocok untuk wisata panjat tebing alam,flying fox dan sebagainya. Kemudian untuk tengah-tengahnya bisa juga di gunakan untuk wisata air.

Berharap besar potensi wisata ini dapat perhatian oleh Pemda Banjarnegara, untuk di kelola dan di kembangkan dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya pemasukan daerah dari sektor pariwisata menjadi meningkat.

Potensi wisata ini juga sudah di dukung dengan akses jalan yang sudah tersedia dengan ukuran yang lumayan besar, jadi nanti Pemda Banjarnegara tinggal memperbaiki dan menambah fasilitas-fasilitas pendukung lainya. Sudah saat Kabupaten Banjarnegara bangkit dari sektor parawisata.


Kamis, 11 Maret 2010

INTERNET MEDIA PEMASARAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN


Tepatnya di Desa Mantrianom RT o2 RW 03 Kec.Bawang Kab.Banjarnegara Jawa Tengah mencoba untuk merintis usaha ternak kelinci, awal mula tertarik dengan hewan kelinci adalah ketika bermain ke rumah temen yang kebetulan pelihara kelinci. Kemudian setelah melihat dengan mata sendiri saya jadi tertarik untuk memeliahara karena dilihat dari postur tumbuh kelinci sangat berbeda dengan jenis kelinci lokal, di samping itu juga harga jualnya lumayan tinggi, ini merupakan potensi dan peluang yang bagus apabila dikelola dengan baik. Oleh karena itu saya coba membeli 2 pasang indukan yaitu jenis new zeland dan flemish giant, setelah setengah tahun alhamdulilah sudah bisa mengembalikan modal awalnya dan jumlah kelinci sudah ada sekitar 20 ekor. Dari situ lah saya coba melakuan trobosan dalam hal pemasaranya yaitu dengan cara membuat semacam blog lewat internet

Mengapa saya memilih pemasaranya lewat media internet karena internet mempunyai jaringan yang sangat luas, semua orang di belahan dunia bisa mengaksesnya selama 24 jam penuh. Di sisi lain dalam pembuatan suatu situs websate ini sangat mudah sekali, banyak penyedia blog yang dalam pendaftarannya tidak di pungut biaya. Jadi nanti kita tinggal daftar trus masukin data-datanya jadi deh sebuah blog yang bisa langsung di akses.

Selang beberapa bulan sedikit demi sedikit ada permintan atau cuma sekedar tanya tentang kelinci, dan tanpa di duga, seseorang yang tinggal dikebumen datang ke rumah saya untuk membeli kelinci-kelinci tersebut. Jadi dengan membuat semacam blog akan menjadi salah satu cara yang efektif dan efisien dalam bidang pemasaran.

Rabu, 10 Maret 2010

MAMPUKAH BANJARNEGARA JADI SENTRAL TERNAK KELINCI


Banjarnegara adalah satu kota kecil yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, tetapi mempunyai potensi yang tidak kalah dengan daerah lain.Potensi itu adalah dalam bidang pertanian, perikanan dan perternakan. Khusus bidang perternakan di Banjarnegara sendiri ada beberapa perternakan yang sudah berjalan contohnya perternakan kambing Peranakan Etawa, perternakan sapi dan kambing, perternakan babi, perternakan ayam ras dll. Kemudian melihat potensi diatas maka tidak salahnya ada yang mengusahakan mendirikan peternakan kelinci, berdasarakn pengalaman penulis di Banjarnegara sudah ada yang mengusahakan peternakan kelinci dalam sekala kecil, namun demikian harus kita dukung sepenuhnya supaya nantinya ada sedikit perubahan baik dari jumlahnya maupun yang lainya.

Selain itu juga sumber daya alamnya juga tersedia melimpah, sehingga nantinya tidak akan mengalami kendala untuk pakannya sendiri. Justru kendalanya adalah dalam hal permodalan, pemeliharaan dan pemasaran, kita tahu bahwa kebutuhan akan daging terus meningkat dari tahun ketahun. Jadi tidak menutup kemungkinan daging kelinci akan menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Namun demikian daging kelinci di tengah masyarakat belum populer, biasanya masyarakat lebih kenal dengan daging sapi atau kambing.

Menurut penelitian daging kelinci mengadung kolesterol yang rendah, jadi jelas aman untuk di konsumsi oleh semua orang, kemudian mengandung protein yang tinggi, dan tekstur dagingnya yang lembut. Di kota-kota besar kebutuhan akan daging kelinci sangat tinggi, maka dari itu berdasarkan dari jumalah permintaan daging kelinci khususnya di kota-kota besar ini merupakan peluang yang bagus untuk mengembangkan usaha peternakan kelinci di kota Banjarnegara.

Selasa, 20 Oktober 2009

Petani Mulai Lirik Pupuk Organik

Petani Desa Winong, Kecamatan Bawang akan mulai memakai pupuk organik yang dihasilkan dari sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Diperkirakan pupuk organik tersebuat akan di gunakan pada akhir tahun 2009, sehingga diharapkan tanaman padi dan jagung akan beralih menggunakan pupuk organik tersebut.


Melihat kondisi saat ini harga pupuk buatan atau anorganik semakin mahal, dan hampir tidak di jangkau oleh para petani. Maka dari perlu ada trobosan untuk mengatasi masalah tersebut, antara lain dengan membuat pupuk organik. Akan tetapi kebanyakan petani belum 100% mau menggunakan pupuk organik, karena dilihat dari hasilnya beda jauh apabila menggunakan pupuk kimia. Tetapi dampak yang ditimbulkan akan lebih berbahaya apabila menggunakan pupuk kimia, karena akan memperpendek umur kesuburan tanahnya dan apabila tanah udah rusak untuk memperbaiki memerlukan waktu yang cukup lama.

Senin, 03 Agustus 2009

Banjarnegara Prioritaskan Pertanian

BANJARNEGARA - Mulai tahun 2009, Pemkab. Banjarnegara semakin mempertajam prioritas pembangunan pada sektor pertanian, disamping pendidikan dan kesehatan. Terangkatnya pertanian menjadi bagian dari visi misi Banjarnegara mendasarkan pada kondisi sosiologis dan geografis kabupaten agraris ini.

“Sebanyak 97,94% tanah di Banjarnegara subur, sangat cocok untuk pertanian. Ditambah 53,65% penduduknya menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak memprioritaskan pembangunan pada sektor pertanian,” jelas Bupati Banjarnegara Drs. Ir. H. Djasri, MM, MT pada Jumpa Pers di Basecamp Arung Jeram, Sabtu (1/8).

Sejauh ini, kondisi geografis seringkali menjadi 'kambing hitam' dari sepinya minat investor menanamkan modal di Banjarnegara. Seperti yang kita tahu, investor selalu menjadi indikator maju tidaknya pembangunan di sebuah kabupaten/kota. “Kerangka berpikir kita sekarang harus berubah, bagaimana kondisi geografis ini justru semakin meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena bagaimanapun, kondisi geografis yang seperti ini pemberian dari Allah yang patut kita syukuri,” tambah Bupati.



Di depan wartawan berbagai media massa daerah peliputan Banjarnegara, Bupati juga menjabarkan sebuah data bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sektor pertanian ternyata penyumbang terbesar Produk Regional Domsetik Bruto (PRDB) Kabupaten Banjarnegara yakni sebesar 41%.

“Jelas sekali, kondisi geografis bukanlah hambatan, sebaliknya justru memberikan kontribusi positif pada pembangunan. Apalagi jika digarap dengan maksimal,” pungkas Bupati.

klik disini

Rabu, 29 Juli 2009

Pilih Pertanian Anorganik apa Organik hayo.


Mudah-mudahan tempat yang masih alami ini yang berupa sawah-sawah yang masih luas dan indah, nantinya jangan sampai tergusur dari berbagai macam pembanguna fisik. Ini patut di jaga dan di lestarikan karena dari tahun ketahun lahan pertanian semakin sempit, jadi mudah-mudahan pemerintah daerah agar melarang pembanguna yang berada di lahan pertanian terutama sawah. Karena kalau tidak dilakukan pelarangan akan mengakibatkan produksi padi khususnya di wilayah Banjarnegara akan berkurang dari tahun ke tahun.

Kita tahu bahwa padi merupakan makanan pokok yang kita makan sehari-hari, kalau kita sehari belum makan namanya nasi kayanya perutnya belum kenyang pengennya makan terus. Dan mulai saat ini petani kita harus beralih ke pertanian organic, karena mempunyai manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan pertanian anorganik. Dari tahun-ketahun lahan pertanian kita sudah mulai tidak subur lagi dan sudah sangat kritis, banyak petani dalam mengolah lahan pertanian menggunakan pupuk kimia dan peptisida. Pupuk kimia dan pepstisida adalah sejenis pupuk dan obat yang terbuat dari bahan kimia yang digunakan untuk menyuburkan tanah dan mengobati berbagai hama dan penyakit pada tanaman. Jadi sangat berbahaya sekali kalau nantinya tidak dilakukan pengurangan dalam penggunakan pupuk kimia dan peptisida.


Jalan satu-satunya adalah beralih ke pertanian organic yang sangat mudah dan ramah lingkungan serta tidak ada efek sampingnya. Tapi kebanyakan para petani sudah terbiasa dengan menggunakan pupuk kimia dan peptisida, nah mungkin ini akan lebih sulit untuk beralih ke pertanian organic. Namun demikian harus optimis harus bisa yaitu dengan cara melakukan penyuluhan terhadap para petani tentang pertanian organic itu apa, manfaatnya apa, caranya gimana dan lain-lain. Kalau perlu harus ada orang yang buat motivasi para petani misalnya orang yang sudah menerapkan dan berhasil dalam melakukan pertanian organic, dengan demikian diharapakan para petani akan lebih percaya dan yakin kalau pertanian organic itu lebih baik dari pada pertanian anorganik.

Sabtu, 25 Juli 2009

Di Alun-alun Banjarnegara akan ada Event Bursa Jual Beli Mobil dan Motor

Pada masa sekarang kebutuhan masyarakat semakin meningkat apalagi yang mempunyai mobiltas tinggi, oleh karena itu dibutuhkan alat transpotasi yaitu berupa mobil atau sepeda motor. Kabar gembira bagi masyarakat Kota Banjarnegara mulai hari minggu tanggal 26 Juli 2009 akan digelar Bursa Jual Beli Motor-Mobil bekas di Alun-alun Banjarnegara. Diharapakan nanti dengan digelar event tersebut akan meningkatkan perekonomian masyasarakat, juga sebagai ajang transaksi bagi penggemar otomotif di Banjarnegara.

Di samping itu juga untuk mengairahkan bidang otomotif yaitu dengan berdirinya showroom mobil dan sepeda motor yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan khususnya otomotif. Di Banjarnegara sendiri sudah lumayan banyak showroom mobil maupun motor yang menawarkan produknya, ini akan menjadikan angin segar untuk berinvestasi khususnya bagi para pengusaha di bidang otomotif. Masyarakat sekarang sudah dimajakan oleh suatu alat transpotasi untuk melakukan semua aktifitasnya sehari-hari, jadi kalau tanpa alat tersebut maka akan menganggu semua kegiatan, sehingga pemenuhan kebutuhan masyarakat akan terganggu juga.


Selain itu nantinya juga akan ada hiburan gratis, selain masyarakat melakukan transaksi akan ada pertunjukan yang beranekaragam. Untuk mekanisme transaksinya diserahkan antara penjual dan pembeli, pemerintah daerah hanya memfasilitasi saja. Direncanakan tempat mobilnya di depan pendapa Dipayuda dan depan komplek kantor SETDA, sedangkan khusus sepeda motor akan ditempatkan di joglo alun-alun kota.

Jumat, 10 Juli 2009

Banjarnegara Membuka Pendaftaran Duta Wisata 2009

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara membuka pendaftara pemilihan duta wisata 2009, event ini merupakan kegiatan untuk mencari figur atau icon yang nantinya akan mampu mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah. Menurut Kepala Bagian Pemasaran dan Usaha mengatakan untuk pendaftaran di buka untuk umum, bisa atas nama pribadi, sekolah, instasi atau organisasi. Untuk persyaratanya meliputi pendidikan minimal SMU, usia 16-25 tahun dan mampu berbahasa jawa atau bahasa jawa dialek setempat dan juga menguasai bahasa indonesia dengan baik dan benar, kemudian tinggi badan minimal untuk wanita adalah 155 cm dan pria minimal 165 cm. Dan pendaftaran akan ditutup pada tanggal 21 juli mendatang.

Sedangkan pada tanggal 23 Juli 2009 direncanakan akan dilakukan tenikal meeting, kemudian disusul dua hari setelahnya akan dilakukan pembinaan calon duta wisata 2009. Bagi peserta yang lolos ke grand final yang akan digelar tanggal 1 Agustus 2009, peserta wajib mengikuti tes tertulis dan tes wawancara. Untuk tes tertulis akan di gelar pada tanggal 27 Juli 2009, sementara test wawancara sehari setelahnya. Hanya sepuluh pasangan yang terbaik yang nantinya akan tampil di grand final yang akan diadakan di pendapa Dipayudha Adigraha.

Materi penilaian terbagai kedalam beberapa hal yaitu masalah kepribadian, pengetahuan umum, kebudayaan, potensi pariwisata Banjarnegara. Selanjutnya intelegensia dan kemampuan bahasa inggris serta penampilan di atas panggung. Pada malam puncak pemilihan duta wisata 2009 nanti akan diambil juara I hingga juara harapan III, khusus yang juara I akan dikiutsertakan pada pemilihan duta wisata tingkat propinsi.


Kentang Dieng Banjarnegara Diekspor ke Singapura


Kentang dari Dataran Tinggi Dieng kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, ternyata diminati oleh investor dari Singapura. Sedikitnya ada sepuluh orang pengusaha asal Pulau Sentosa telah mengunjungi sentra budidaya kentang yang ada di sekitar Batur. Para petani kentang disana diminta untuk ekspor ke Singapura dalam waktu dua pekan ke depan. Tapi kebanyakan para petani menolak, karena tingkat produksinya masih belum mencukupi untuk permintaan buat di ekspor.

Hasil kentang yang akan diekspor ke Singapura adalah produk yang kualitasnya yang paling bagus, yang rendah unsur kimianya. Kita tahu bahwa untuk budidaya tanaman kentang itu sendiri memerlukan banyak obat atau zat kimia untuk prawatannya. Sementara para petani kentang di batur baru bisa memproduksi 30 ton per pekan untuk di ekspor. Untuk memperbaiki struktur tanah atau kualitas hasil kentang maka para petani akan mengembangkan atau merintis pertanian organik, tujuannya untuk mengurangi penggunaan pupuk buatan dan pestisida.


Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida, para petani mempunyai ide atau gagasan untuk membuat pupuk organik sendiri, begitu juga untuk mengatasi hama dan penyakit.


Senin, 06 Juli 2009

Ternak Kambing Desa Tanjungtirta Banjarnegara Akan Dijadikan Model

BANJARNEGARA – Tata laksana Peternakan Kambing Peranakan Etawa (PE) yang dikelola Kelompok Tani Ternak “Setia Makarya Tani” Desa Tanjungtirta Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara akan dijadikan contoh oleh Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, bagi usaha peternakan sejenis di Jawa Tengah. Demikian disampaikan Ketua Klomtan Setia Makarya Tani Desa Tanjungtirta, Arso Wiryo Sumarno, mengutip pernyataan Gubernur saat melakukan temu wicara dengan anggota kelompok tani ternak yang dipimpinnya beberapa waktu lalu. Menurutnya, Gubernur merasa puas setelah meninjau langsung kondisi peternakan kambing PE di empat kandang besar milik anggotanya, didampingi Bupati Banjarnegara Drs. Ir. H. Djasri MM, MT.

Semangat untuk menggiatkan usaha ekonomi kerakyatan seperti usaha bidang pertanian dan peternakan inilah yang diharapkan Gubernur, dan sejalan dengan motto program “Bali Ndeso Mbangun Deso” yang kini tengah digencarkan. Menurut Gubernur, ekonomi rakyat yang kuat akan menopang kesejahteraan, sehingga masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang baik dan mengakses pelayanan kesehatan yang semestinya. “Teruslah kembangbiakkan kambing ini, tidak perlu ikut KB. Yang ikut KB yang memelihara saja!” canda Gubernur Bibit Waluyo. “Jika jumlah ternak lebih banyak dari jumlah penduduk, itu tandanya masyarakat akan sejahtera!”.

Dan hal ini pun sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun 2010 yang menjadikan sektor pertanian termasuk di dalamnya peternakan dan perikanan menjadi prioritas. Kebijakan ini mengingat 60 persen penduduk Banjarnegara adalah petani. Banjarnegara optimis, dengan revitalisasi di bidang pertanian, akan mendukung pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan dari daerah lain.


Arso Wiryo Sumarno mengatakan, kelompoknya telah memiliki 472 ekor kambing indukan dan 12 pejantan, semua milik 33 orang anggotanya. Untuk bibit unggul didatangkan dari daerah Kaligesing Purworejo, sementara penjualan ke daerah-daerah di Jawa Tengah. Pada tahun 2008, Kelompok Tani Ternak “Setia Makarya Tani” berhasil menjadi Juara Nasional Lomba Terrnak Kambing.

Ditambahkannya, Gubernur telah berjanji akan memberikan bantuan kambing pejantan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif tersebut. ”Melihat sistem kandang, pakan, kebersihan, serta kesehatan di sentra peternakan Klomtan ini, Beliau merasa mantap untuk menjadikan tata laksana di Klomtan Setia Makarya Tani sebagai contoh bagi usaha peternakan sejenis di daerah-daerah yang akan dikunjunginya nanti”, pungkasnya.( sumber :www.banjarnegarakab.go.id }

Keripik Kentang Banjarnegara Melancong Ke Mancanegara

BANJARNEGARA – Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tabah Sejahtera Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran pantas berbangga atas usaha keras mereka mengembangkan agro industri berupa pengolahan keripik kentang. ”Cluster Jawa Tengah akan menampilkan salah satu produk dari Banjarnegara berupa keripik kentang pada Pameran Bahan Pangan di Kuala Lumpur bulan Juli ini”, ungkap Annisa selaku Pembina dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Provinsi Jawa Tengah pada acara Pelatihan KUB di Desa Grogol (2/7).

Dalam acara tersebut Dinperindagkop Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan peralatan untuk pengolahan pupuk dan keripik yang bersifat pinjam pakai. ”Bantuan ini diharapkan bisa memicu pengrajin supaya lebih giat menjadikan usaha kecil ini berkembang menjadi usaha menengah, bahkan usaha berskala besar agar bisa bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat”, ujar Drs. Indarti, SE dalam sambutannya mewakil Kepala Dinperindagkop Provinsi Jawa Tengah.



Hj. Ambar Dewi Djasri selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara menambahkan,”Melalui pelatihan ini keluarga khususnya keluarga prasejahtera dan sejahtera diharapkan mampu memanfaatkan peluang usaha yang ada dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga demi tercapainya komitmen Banjarnegara lepas dari ketertinggalan di tahun 2010 ini”.

”Di sisi lain, pengrajin perlu memperhatikan packaging (bungkus) yang lebih menarik, pemasangan expired (tanggal kadaluarsa), dan menjaga higienitas produknya agar pemasaran bahan olahan yang berpotensi besar ini lebih bisa bersaing di pasaran”, tegas Drs. Waluyo Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Banjarnegara.( sumber :


Senin, 08 Juni 2009

MINIATUR ANGKRING DAWET AYU BANJARNEGARA JADI JUARA NASIONAL

Adalah sebuah karya dari seorang siswa yang ada di Banjarnegara tepat SMA 1 WANADADI, ini merupakan salah satu prestasi yang patuh di tiru oleh generasi mudah jaman sekarang. Karena ini merupakan sebuah inovasi yang lain dari pada yang lain, kita kenal bahwa souvenir Banjarnegara adalah batik gumelem dan keramik kelampok. Jadi dengan hasil karya siswa tersebut harus di tindak lanjuti oleh Pemda Banjarnegara, untuk di jadikan salah satu mascot atau souvenir khas dari Kota Banjarnegara.

Siswa itu bernama Mayang Suruni Wulandari yang sekarang lagi menempuh pendidikan di SMA 1 WANADADI, BANJARNEGARA yang menjadikan Juara 1 Lomba Seni Siswa Tingkat Nasional yang di selenggarakan di Yogyakarta pada awal juni yang lalu. Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 WANADADI, Drs.Tujiyo Mpd karya tersebut menjadi juara , karena memiliki keunikan dan kekhasan budaya daerah, serta dalam pembuatannya dengan menggunakan memanfaatkan hasil dari limbah yang ada disekitar kita yaitu kulit pohon pisang yang sudah di keringkan. Awal mula ide tersebut bermula dari tulisan karya ilmiah remaja dari Mayang sendiri yang isinya tentang pemanfaatan KUPOPI atau kulit pohon pisang.




Kamis, 28 Mei 2009

Banjarnegara Miliki SMK Jurusan Broadcasting Televisi


BANJARNEGARA – Seiring pesatnya kemajuan dunia broadcasting (kepenyiaran) terutama broadcasting televisi di tanah air, SMK Darunnajah Banjarnegara pada tahun ajaran 2009/2010 membuka jurusan Broadcasting Televisi. Demikian disampaikan oleh Kepala SMK Darunnajah Fauzan A. Mahanani, S.Pd saat acara peletakan batu pertama Gedung Baru SMK Darunnajah di Desa Kesenet Kecamatan Banjarmangu tanggal 25 Mei 2009. Seremonial Peletakan Batu Pertama dilakukan oleh Sekda Banjarnegara, Syamsudin, S.Pd, M.Pd, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Muspika Kecamatan Banjarmangu, dan diikuti oleh siswa-siwi setempat.

Menurut Fauzan, Tim Verifikasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara menyatakan sekolah yang dipimpinnya itu dinyatakan layak membuka jurusan broadcasting televisi, setelah melakukan uji kelayakan serta peninjauan sarana prasarana seperti studio produksi dan studio siaran. Sebelumnya, SMK ini hanya membuka jurusan teknik audio video. Namun, melihat peluang yang terbentang luas dan banyaknya permintaan tenaga madya dari dunia televisi, pihaknya optimis dengan jurusan baru ini. Adapun perusahaan broadcast yang menjadi mitra Darunnajah antara lain : Jak TV, Pro TV, Bms TV, dan Cakra TV Semarang.


Sekda Banjarnegara, Syamsudin, S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya, mengingatkan, bahwa sukses pendidikan bukan karena gedung yang megah dan fasilitas yang mewah tetapi justru pada output yang dihasilkan. Dan pendidikan yang baik tidak identik dengan mahal. Masalah pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara Lembaga Pendidikan-Orang tua-masyarakat, dan tentunya peserta didik sendiri..

SMK Darunajah kini telah memiliki 135 siswa yang datang dari berbagai daerah seperti : Wonosobo, Purbalingga, Pekalongan dan Banjarnegara sendiri. Meskipun lokasinya cukup terpencil, fasilitas sekolah cukup lengkap seperti ruang kelas yang baik, studio praktek dan studio siaran, dengan didukung tenaga pengajar yang kompeten. Bahkan, kini telah berdiri tower untuk mendukung pendirian TV Komunitas pada nantinya. Atas masukan dari masyarakat, Lembaga Pendidikan ini segera dipindahkan lokasinya ke tempat yang lebih strategis agar mudah dijangkau oleh peserta didik. (Mujipras)(sumber: www.banjarnegarakab.go.id )

Sibermas Siap Wujudkan Desa Wisata Gilar-Gilar

BANJARNEGARA – Bergulirnya Program Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (Sibermas) dari Tahun 2008 selama satu tahun di Kabupaten Banjarnegara ternyata masih memerlukan perjuangan. Potensi lokal yang dimiliki Kecamatan Susukan ternyata tidak cukup menjadi jaminan berhasilnya program ini. Tujuan yang berorientasi terbentuknya Desa Wisata Gilar-Gilar masih terbentur beberapa kendala yang idealnya membutuhkan waktu dan biaya lagi untuk merealisasikannya. Hal itu dikatakan oleh Ketua Tim Sibermas Kabupaten Banjarnegara, Bunyamin Muchtasjar, ST.MT pada acara Workshop Pengembangan Desa Wisata Kecamatan Susukan di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Banjarnegara, 23 Mei 2009.

Menurut Camat Susukan Drs. Adi Cahyono PS, kendala yang dihadapi terutama berkaitan dengan belum adanya sinergi dari pihak-pihak yang terkait untuk turut andil dalam pengembangan desa wisata. Selain itu, perlu adanya penggalian potensi wisata di daerah setempat agar sesuai sasaran. ”Ternyata bukan hanya kerajinan batik Gumelem, kulit kerang, gula, dan makanan khasnya yang bisa menjadi potensi wisata di Susukan. Pengembangan sektor pertanian organik, wisata alam, dan religius juga berpotensi untuk dikembangkan. Karena itu peningkatan metode promosi dan distribusi yang memadai perlu dilakukan”, tegasnya.


Sementara menurut Endang Retno, pemerhati Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjarnegara, upaya pembentukan Masyarakat Peduli Wisata melalui pemberian pelatihan dan ketrampilan tidak cukup. Tim sibermas perlu menindaklanjuti secara periodik untuk mengontrol perkembangannya sampai berhasil tepat guna dan tepat sasaran.

Eko Saroyo dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Banjarnegara menambahkan, potensi lokal yang dikembangkan dari Desa Wisata sebaiknya memunculkan unsur originalitas daerah setempat dengan back to nature. Maksudnya adalah sebisa mungkin Paguyuban Masyarakat Peduli Desa Wisata mengembangkan produknya dengan memanfaatkan hasil alam yang natural/alami, tanpa unsur sintesis buatan. Misalnya dengan pengembangan pewarna alam pada batik Gumelem. Ciri khas tersebut diharapkan bisa meningkatkan daya tarik dan nilai jual di pasar.

Ketua Tim Sibermas Kabupaten Banjarnegara, Bunyamin Muchtasjar, ST.MT menekankan bahwa di samping kendala teknis di atas, masalah yang paling utama adalah belum diresponnya pengajuan dana oleh Dirjen Dikti untuk melanjutkan Program Sibermas Tahun 2009. ”Kendala ini lah yang harus segera disiasati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara agar APBD siap mendampingi program berikutnya demi tercapainya cita-cita Banjarnegara mewujudkan Desa Wisata Gilar-Gilar”, kata Bunyamin.(Sumber:).


Minggu, 24 Mei 2009

Kelinci Hewan Lemah Lembut dan Lucu


Kita tahu bahwa kelinci adalah hewan peliaraan yang banyak disukai oleh masyarakat, karena sangat lucu, lembah lembut dan tidak galak. Sehingga banyak sekali yang menjadi pencinta hewan tersebut baik yang akan dijadikan sebagai hewan peliaraan atau sengaja untuk di budidayakan. Kelinci dibedakan menjadi 2 macam yaitu kelinci hias dan kelinci pedaging, untuk kelinci hias yang kita kenal adalah dilihat dari keindahan bulunya, jenis ini sebagian besar para penggemar kelinci atau penghobi. Jenisnya antara lain : Rex, Anggora, Lyon dan lain-lain, kemudian untuk jenis pedaging umumnya adalah untuk di konsumsi, jenis ini biasanya dengan cara di budidayakan. Budidaya kelinci pada saat ini berkembang dengan pesat, namun untuk permintaan daging kelinci sendiri belum terpenuhi karena masih terbatasnya produksi.

Untuk pemberian pakan tidak sulit untuk mencarinya, kita bisa berikan rumput yang kering pada sore harinya sebanyak bobot dari kelinci tersebut, kemudian untuk pagi hari di beri pakan campuran antara dedak, ampas tahu, jagung giling, dan konsentrat. Jangan lupa diberi air minum secukupnya, untuk pemeliharaanya cukup setiap pagi kandang rutin dibersihkan karena untuk mencegah dari bibit penyakit.

Pada masa sekarang berbagai macam penyakit tumbuh pesat dan semakin ganas bagi manusia, untuk mengatasinya adalah harus mempunyai obat sebagai penyembuh atau mencegah. Oleh karena itu daging kelinci merupakan salah satu obat untuk mengatasi berbagai penyakit tersebut, karena kandungan daging kelinci tidak mengadung kolesterol yang tinggi, jadi semua orang dapat menikmati baik itu yang menderita penyakit atau yang tidak sama sekali.

Maka dari itu saya berminat untuk memelihara kelinci, walapun cuma 2 jodoh tapi sangat menyenangkan. Jenisnya adalah 1 jodoh Australia dan 1 Jodoh lagi Belgia ( Flemish giant ), masing-masing berumur sekitar 10 bulanan.




Nah diatas adalah kelinci yang saya punya, mereka sudah saya anggap sebagai hewan yang paling saya sayangi dan saya rawat dengan sepenuh hati. Yang penting kita harus senang dulu sama kelincinya, jadi kita dalam merawat dan memelihara akan lebih serius tapi tidak ada beban. Dan yang lebih membanggakan ternyata yang jenis Flemish sudah melahirkan 5 ekor, yang lucu dan imut-imut. Dibawah ini adalah anak kelinci yang melahirkan baru umur 20 hari...?



Selasa, 19 Mei 2009

BANJARNEGARA Targetkan Lima Besar dalam Pekan Olahraga Propinsi


Banjarnegara akan menargetkan lima besar dalam rangka Pekan Olahraga Propinsi Jateng XIII/2009 yang berlangsung disolo, tanggal 28 Juli – 1 Agustus 2009 yang akan datang. Para atlit diharapakan dapat mendongkrak prestasi yang pernah diraih dalam Porda Jateng 2005. Pada multievent empat tahun yang lalu, Banjarnegara yang mengumpulkan 30 mendali emas, menduduki peringkat tujuh.

Pengurus KOK ( Komite Olahraga Kabupaten ) Banjarnegara saat berkunjung di Solo untuk melakukan survey sejumlah lokasi dan kondisi venues yang akan digunakan untuk Proprov mendatang. Mereka juga menjajagi penginapan yang di nilai strategis dan sesuai dengan anggaran yang ada, meski akomodasi dan konsumsi atlet dan ofisial akan ditanggung oleh panitia penyelenggara Porprov.Kontingen Banjarnegara yang berjumlah sekitar 230 orang yang terditi dari 180-an atlet dan sisanya ofisial.


Mereka akan turun di 22 dari 38 cabang yang akan di pertadingkan. Diantara yang tidak diikuti adalah gantole, paralayang, aeromodeling, sepatu roda dan drumband. Menurut sekertaris umum KOK, Dharmono cabang-cabang yang menjadi andalan untuk meraih emas diantaranya dayung, angkat besi dan berat, atletik, panjat tebing dan pencak silat. Daerah kami mencanangkan lima besar Porprov nanti. Tapi kami juga harap-harap cemas, karena persaingan dengan daerah lain pasti bakal ketat. Terutama menghadapi kontingen-kontingen yang mengejar gelar juara umum seperti Banyumas, Kota Semarang dan tuan rumah Solo.

Pabrik Gula Mini Diujicoba


BANJARNEGARA – Pabrik Gula Mini Multi Guna PT. “Banjarnegara Nira Abadi” (BNA) di Desa Kedawung Kecamatan Susukan, untuk kali pertama diujicoba penggunaannya kemarin (14/5). Pelaksanaan uji coba disaksikan oleh Bupati Banjarnegara, Wakil Bupati dan pejabat di lingkungan Pemkab dan masyarakat sekitar yang ingin tahu proses produksi gula di pabrik itu. Tak ketinggalan para petani nira, penderes dan pengepul yang merupakan mitra perusahaan dalam mendukung suplai nira sebagai bahan baku gula juga hadir pada kesempatan itu.

Direktur Utama PT. BNA, Ahmad Sugihatmo menjelaskan, proses produksi gula memakan waktu empat hari. Hasil uji coba dapat dilihat empat hari lagi. Namun ia optimis karena kualitas nira yang disuplai petani dan didukung SDM pekerja yang terlatih. Dijelaskan, untuk proses produksi tiap harinya dibutuhkan 10 ribu liter nira, dengan estimasi output 860 kilogram brown sugar. Nira yang dimaksud adalah nira kelapa, nila aren dan tebu yang dipasok dari petani, penderes dan pengepul. PT. BNA kini telah memiliki 16 karyawan meliputi pekerja dan staf administrasi, staf marketing, ditambah 3 orang Satpam, dengan jam kerja 3 shift time.



Bupati Banjarnegara Drs. Ir. H. Djasri MM MT dan Wakil Bupati Drs. Soehardjo MM merasa puas saat memeriksa lingkungan pabrik yang bersih dan proses produksi yang lancar dimulai dari mesin unit penerima nira, tangki, clear juice, vacuum, crystallizer, dan mesin separator di tingkat akhir produksi. Dalam sambutannya Bupati mengajak masyarakat untuk bersyukur bahwa pada akhirnya Banjarnegara telah memiliki pabrik gula. Bupati berharap, keberadaan pabrik gula mampu meningkatkan geliat perekonomian masyarakat. Dipilihnya Kecamatan Susukan sebagai lokasi pabrik karena wilayah ini masyarakatnya mayoritas bermatapencaharian petani terutama petani / perajin gula kelapa.

PT. Banjarnegara Nira Abadi didirikan secara bersama-sama oleh Pemkab Banjarnegara dengan PT. Mitra Wahana Utama Semarang, dengan jumlah penyertaan modal keseluruhan sebesar Rp. 6,25 Milyar. Setelah melewati proses perizinan, administrasi yang cukup panjang dan seleksi calon direksi, kini PT. BNA optimis mampu memasok brown sugar ke daerah di Jawa Tengah. (Muji Pras).


Sabtu, 16 Mei 2009

JALAN-JALAN SORE.

Jalan-jalan merupakan kegiatan yang mengasyikan dan menyehatkan, apalagi jalan-jalan sore ke Waduk Mrica Banjarnegara. Sore itu cuaca sangat bersahabat, kalau di bilang sama dengan cuacanya sangat cerah, jadi banyak dimanfaatin buat JJS terutama masyarakat sekitar Waduk Mrica, atau juga banyak yang berasal berbagai daerah. Biasanya kalau malam minggu sore banyak para muda-mudi yang sengaja untuk menikmati suasana pemandangan di sekitar Waduk Mrica, maklum lah di Banjarnegara kan tidak ada laut, sebagai pengomatnya mereka menikmati air Waduk dan pemandangan alamnya yang menarik dan indah.







Kegiatan setiap malam minggu sore di Waduk Mrica biasanya dengan melakukan balap sepeda motor dan antraksi sepeda motor terutama anak muda yang suka dengan trek-trek an. Walapun mereka tidak dilengkapi dengan peralatan yang memadai, tapi semangatnya patut dianjungi dua jempol. Ada yang Cuma duduk-duduk sambil menikmati pemandangan dan juga ada yang bermain sepak bola.

Sabtu, 09 Mei 2009

Banjarnegara Juara Umum PORSENI dan Lomba Mapel Siswa Pendidikan Khusus

Tingkat Eks Karesidenan Banyumas
(BANJARNEGARA) Kontingen Banjarnegara keluar sebagai juara umum Porseni, Olimpiade Olah Raga dan Olimpiade Sains tingkat Karesidenan Banyumas yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu di kompleks PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Mrica. Total Banjarnegara memperoleh 6 emas, 6 perak, dan 3 perunggu yang didulang dari lomba seni menyanyi solo dan cipta baca puisi, olah raga dari cabang lompat jauh dan balap kursi roda putra, dan dari lomba sains matematika dan IPA.

Peringkat kedua ditempati oleh Kontingen Kabupaten Cilacap dengan perolehan medali 4 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Emas dari kabupaten Cilacap diperoleh dari lomba seni mengarang dan bercerita, lomba design grafis, lomba balap kursi roda putrid dan lomba tenis meja tuna netra.




Urutan ketiga ditempati kontingen Purbalingga dengan perolehan medali 4 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Kontingen Purbalingga mendulang emas dari seni lukis, seni pantomime, lari 100 m putri dan lempar cakram putrid. Harapan I ditempati oleh kabupaten Banyumas dengan perolehan medali 3 emas, 6 perak dan 1 perunggu. Kontingen Banyumas mendulang emas dari cabang bulu tangkis, catur tuna netra, dan tari tradisional.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Winarso Wiwit Sulistyo, S. Sos, MM kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan dan pemerataan kesempatan belajar bagi anak berkebutuhan khusus. “Selain itu sebagai upaya peningkatan mutu pada semua jenjang, jalur dan jenis pendidikan yang menjadi agenda utama pemerintah saat ini” katanya. Penyelenggaraan lomba, lanjutnya, juga untuk mencari kejuaraan dalam bidang yang dilombakan yang nantinya juara I dan II berhak mewakili eks Karesidenan untuk maju di tingkat Propinsi. Ditambahkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara, Tapsiruns, S. Pd, bahwa penyelenggaraan kegiatan yang diikuti oleh 8 SLB/SDLB/SMPLB dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara bertujuan untuk memberikan kesempatan dan menggali kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus di bidang Olah Raga, Seni dan Sains. “Saya juga berharap bahwa penyelenggaraan kegiatan ini dapat semakin memperkuat jalinan persatuan dan kesatuan antar SLB se eks Karesidenan Banyumas” katanya.

Foto kyu

Followers

 

Copyright © 2009 by BANJARNEGARA GILAR-GILAR

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger